PRANCIS-Jean Claude Mas, yang merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan produsen implan payudara, Poly Implant Prothese (PIP),telah ditangkap kepolisian lokal Prancis, dengan tuduhan bertanggung jawab atas produk implan payudara yang diduga gagal produksi dan mengandung racun yang membahayakan.
Sumber kepolisian lokal Prancis mengatakan bahwa, Jean Claude Mas, telah ditangkap di sebuah rumah yang terletak di kota Six Fours Les Plages, menjelang subuh hari Kamis (26/1/2012).
"Jean Claude Mas ditangkap di tempat kediaman temannya, dan langsung dibawa ke Sel Tahanan Kota Prancis," pihak kepolisian prancis tersebut seperti dikutip kantor berita BBC.
Sebagaimana yang telah diberitakan, para dokter di Prancis mencatat telah terjadi 20 kasus kanker pada perempuan yang memiliki implan payudara buatan PIP, 16 di antaranya menderita kanker payudara. Namun sejauh ini pihak berwenang belum menemukan kaitan antara implan payudara itu dengan kanker.
Kementerian Kesehatan Prancis, telah mengatakan implan payudara produksi Poly Implant Prothese (PIP) memiliki risiko kebocoran, mereka telah melarang implan produksi PIP yang terbuat dari silikon.
Pemerintah Prancis menyarankan sebanyak 30.000 wanita menjalani operasi pengangkatan implan payudara dan pemerintah memberikan ganti rugi biaya operasi pengangkatan.
Sekitar 300.000 hingga 400.000 perempuan di 65 negara diketahui mempunyai implan PIP.
Kebanyakan dari mereka berasal dari kawasan Amerika Latin dan negara-negara Eropa. (Red. infoJABAR.com)
2:48 AM | 0
comments | Read More





