Booking.com

ZUK Z1: Ancaman Nyata bagi Xiaomi


Jakarta - Satu-dua tahun belakangan ini, brand-brand dari Tiongkok benar-benar berbenah. Mereka sudah belajar dan melihat, smartphone tidak bisa bertahan jika hanya mengandalkan harga murah belaka. Smartphone harus murah tetapi berkualitas baik. Ternyata, untuk bisa merebut pasar dan meraih hati banyak penggemar, masih ditambah lagi menjadi: smartphone harus berkualitas baik, terjangkau, dan spesifikasi tinggi.

Dengan paduan resep tersebut, sedikit demi sedikit, image smartphone Tiongkok yang pada awalnya dikenal asal jadi, berubah menjadi smartphone yang memiliki banyak penggemar khusus. Mereka yang tadinya skeptis akan smartphone buatan Tiongkok, sekarang sudah berani mencobanya.

Gelombang berbagai brand dari Tiongkok yang menyerbu pasar global, pertama-tama menyasar pasar low-end kemudian masuk ke mid-end, dan ternyata cukup berhasil menggunakan resep yang sama. Sementara itu di pasar high-end, ternyata masih sulit untuk menggoyang brand-brand global yang sudah lebih dikenal dan dipercaya. 

Brand-brand papan atas kaya akan inovasi dan teknologi baru, tetapi memiliki kelemahan dari sisi harga.Brand-brand Tiongkok sudah mencoba menggempur brand global pada segmen high-end device dengan mengunggulkan teknologi yang mirip, tetapi ternyata harga teknologi terbaru tidak murah, dan ketika harga yang ditawarkan terlalu dekat, brand global tetap memiliki keunggulan.

Tidak kurang akal, brand-brand Tiongkok mulai membidik segmen yang lain, segmen dimana konsumen menginginkan smartphone dengan teknologi tinggi, memiliki beberapa fitur utama yang mirip device high-end, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Pasar di segmen ini memang secara jumlah tidak sebesar pasar di segmen low-end, tetapi segmen di pasar ini biasanya memiliki karakter yang menguntungkan: mereka lebih mengerti tentang smartphone, dan memiliki keinginan sangat kuat untuk mendapatkan smartphone dengan spesifikasi hebat, tetapi secara ukuran finansial belum rela, atau belum sanggup untuk menebus smartphone high-end yang beredar. Segmen pasar ini seringkali rela menunggu satu bahkan sampai dua tahun untuk membeli smartphone high-end, ketika harga yang ditawarkan sudah lebih terjangkau.

Segmen pasar inilah yang coba dibidik sekarang oleh Xiaomi, One Plus, Meizu, dan pemain baru yang sedang mendapatkan traksinya sekarang: ZUK. Mereka sadar, ini adalah satu langkah yang kelak bisa membawa mereka ke pasar high-end yang bergengsi. 

ZUK sendiri walaupun tertulis sebagai Lenovo ZUK, sebenarnya bukan perusahaan yang sama dengan Lenovo Mobile yang ada sekarang. Pada perusahaan ZUK ini, Lenovo berpartner dengan Qihoo 360, hanya menjadi pemilik modal, tetapi tidak campur tangan dalam urusan desain dan perancangan produk dari ZUK, atau dengan kata lain ZUK adalah perusahaan independen.

Mengapa ZUK tidak menjadi bagian dari Lenovo saja? Bukankah nama Lenovo sudah sangat dikenal?

Walau namanya sudah dikenal secara global, sayangnya Lenovo di mata banyak orang bukan brand yang sejajar dengan brand global lain seperti Samsung, LG atau Sony bahkan HTC sekalipun. Produk Lenovo berhasil masuk ke pasar mid dan low end, tetapi produk kelas atasnya masih sulit untuk bersaing dan dikenal oleh pasar. Kemungkinan Lenovo tidak mempunyai ‘label' seperti Xiaomi, OnePlus atau Meizu yang dianggap orang sebagai inovator atau pendobrak dari Tiongkok. Membeli brand Motorola untuk bersaing di pasar high-end global, dan berinvestasi pada ZUK, untuk menjadi pesaing para inovator dari Tiongkok, sepertinya langkah yang pantas dilakukan Lenovo. 

Belum lagi ada spekulasi mengatakan, bahwa nantinya brand Lenovo untuk smartphone akan ditiadakan, Lenovo mobile akan melebur ke dalam Motorola, dan flagship-nya akan dipegang oleh ZUK.

ZUK Z1 menjadi produk pertama dan satu-satunya saat ini yang diperkenalkan perusahaan yang baru didirikan di bulan April 2015. Selang 4 bulan kemudian, produk ZUK Z1 diperkenalkan untuk pasar dalam negeri Tiongkok, dan beberapa hari kemudian bekerjasama dengan Cyanogen, ZUK Z1 langsung dilepas ke pasar global. Sekarang ZUK Z1 dalam waktu cepat selain menjadi pemain di pasar Tiongkok, sudah masuk ke pasar global seperti Hongkong, Eropa, Arab, dan sekarang ke pasar Indonesia sebagai pasar Asia pertama. Di Eropa sendiri, sekarang ZUK Z1 menjadi peringkat pertama smartphone dengan kisaran harga USD 300-USD 400 terlaris.

Sesudah Indonesia, ZUK kemungkinan akan baru ekspansi ke Filipina, Vietnam dan Malaysia. (sumber:http://inet.detik.com)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar